Ada Motif Tersembunyi Penyerangan Suriah?

446

Berita-berita di media utama menyebutkan bahwa  Pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya menuding Presiden Suriah Bashar al-Assad mendalangi serangan senjata kimia di kota Khan Sheikhun, provinsi Idlib. Mereka kemudian menghukumnya. Dua kapal perusak Angkatan Laut AS menembakkan 59 rudal penjelajah Tomahawk ke pangkalan udara Suriah, Shayrat, di Provinsi Homs pada Jumat (7/4). Serangan itu ditargetkan pada pesawat-pesawat tempur Suriah, hangar pesawat, tempat menyimpan amunisi serta sistem pertahanan udara.

Namun, ada berita dari sisi lain, muncul dari media-media independen yang mangatakan bahwa dibbalik serangan itu ada motif dan pesanan dari pihak lain: para bankir, utamjanya Dinasti Rothschile. Dikutip oleh yournewswire.com Sir Evelyn de Rothschild, bankir kampiun dari Dinasti Rothschild,   telah mendesak negara-negara Barat untuk “berspadu jadi  satu” untuk “campur tangan” di Suriah dan menggulingkan Assad untuk “ membawa Suriah ke abad baru.”

Menggambarkan Assad sebagai “diktator brutal yang harus ditaklukkan” selama pidato di acara penggalangan dana di distrik keuangan Kota London, Rothschild menuntut bahagar  negara-negara Barat “menggulingkan rezim Assad” karena “menolak kesusilaan umum” dan ancaman bagi nilai-nilai perusahaan.”

Di media sosial kemudian juga beredar luas sebuah poster yang mengindikasikan motif di balik penyerangan Suriah, yaitu:

  1. Bank Sentral Suriah dikuasai oleh negara secara nasional, bukan di bawah Rothschild sebagaimana umumnya bank sentral
  2. Suriah menolak utang dari IMF
  3. Suriah melarang benih GMO (Genetically Modified Organisme)
  4. Suriah memiliki cadangan gas dan minyak yang besar
  5. Suriah mencampakkan dolar AS

Adakah kita melihat suatu kersamaan pola atas serangan terhadap Suriah, dibandingkan dengha  serangan terhadap Afganistan,  Iraq, dan Libya, sebelumnya?