Apa Yang Harus Kita Lakukan Dengan Bunga Deposito?

146

Banyak oarang bertanya tentang menyikapi bunga deposito di bank. Bagaimana seharusnya?

Berikut adalah jawaban dan  pandangan dari Shaykh Umar Ibrahim Vadillo

Dari sudut pandang Islam, apa yang dapat seseorang lakukan terhadap bunga yang diperoleh dari deposito? Permasalahan ini bukan hanya soal bunga, yang menjadi persoalan pada urutan pertama ialah memiliki rekening bank itu sendiri. Oleh karena itu penyelesaiannya bukan meninggalkan bunga di bank yang bersangkutan, ini tidak menyelesaikan persoalan. Penyelesaiannya harus berupa pengubahan lingkungan yang di dalamnya kita mendapati diri kita terpaksa menggunakan yang haram: keadaan darurat.

Kami menentang gagasan pelestarian status keadaan darurat sebagaimana dilakukan oleh bank-bank Islam. Pendirian kami ialah bahwa kita kaum muslimin harus mengambil peran aktif dalam mengubah situasi di tempat kita berada. Oleh sebab itu, usulan kami ialah menggunakan uang bunga guna mempromosikan alternatif yang halal.

Langkah pertama hendaknya berupa alokasi dana-dana yang berasal dari bunga ke dalam rekening khusus Dinar dan menempatkannya di bawah sebuah organisasi yang akan melaksanakan restorasi infrastruktur muamalat Islami kita. Dana-dana itu akan memungkinkan kita menegakkan mata uang Islami dan secara berangsur-angsur memungkinkan kita meninggalkan sistem perbankan saat ini. Pada saat yang bersamaan dia akan memungkinkan kita membangun infrastruktur-infrastruktur perdagangan semacam pasar-pasar yang akan memungkinkan kita untuk lebih lanjut melepaskan diri dari lembaga-lembaga kapitalis lain.

Secara keseluruhan gagasan itu ialah bahwa kita sebagai muslim mempunyai kewajiban untuk mengubah situasi ini. Kita semua mengetahui bahwa apa yang kita lakukan itu haram. Kita tidak dapat  berpangku tangan dalam situasi ini selamanya dengan berlindung di balik keadaan darurat karena keadaan ini hanya merupakan tindakan sementara. Tujuan kita harus berupa penggunaan seluruh sumber daya kita untuk menghapus kebergantungan kita pada sistem perbankan saat ini selangkah demi selangkah.

Bagaimana pun sulitnya prospek meninggalkan perbankan ini tampaknya, kita harus ingat bahwa kita melakukan ini fi sabililah. Allah telah menyatakan perang terhadap riba, kewajiban kita ialah meninggalkannya, karena hal ini sungguh-sungguh lebih sulit untuk tetap berada di dalamnya dibanding keluar darinya.

Langkah-langkah praktis

Tujuan upaya apa pun untuk menegakkan Dinar Emas sebagai mata uang harus berupa, dari sudut pandang Islami, penegakan zakat. Zakat adalah satu pilar utama Islam yang saat ini telah dikorupsi dengan pengenalan cara-cara asing yang tergolong dalam ekonomi riba.

Langkah pertama:  kontaklah sebuah perusahaan yang bertanggung jawab yang dapat membantu Anda untuk membeli Dinar dan Dirham dalam arti fisik. Jika Anda tidak memiliki akses pada Dinar dan Dirham, belilah bentuk apa saja koin emas atau perak, Anda juga dapat membeli emas atau perak batangan. Anda dapat mengambil langsung batangan tersebut atau dapat mendopositnya pada perusahaan yang memiliki reputasi yang baik dalam simpanan baik allocated atau non-allocated.

Langkah ke-dua: bukalah rekening Dinar dalam e-dinar (www.e-dinar.com) atau lembaga Wadiah yang ada di kota Anda. Sebagai alternatif Anda dapat membuka rekening batangan pada sebuah jasa penyimpanan non-perbankan yang menawarkan fasilitas pembayaran semisal e-gold atau e-bullion. Jenis rekening emas ini akan memungkinkan anda beroperasi dengan mata uang yang diterima secara internasional seperti emas dan menyelamatkan uang Anda dari  inflasi.

Langkah ke-tiga. Undanglah pemasok dan pelanggan Anda untuk membuka rekening Dinar dan Dirham serupa (atau rekening emas dan perak) dan menawari mereka untuk membayar dan dibayar menggunakan emas dan perak. Daya beli  emas dan perak ditentukan setiap hari dan mudah diakses melalui koran atau melalui Web [www.wakalanusantara.com]. Setiap hari e-dinar [dan situs tersebut] menawarkan nilai tukar untuk Dinar dan Dirham dalam semua mata uang utama.

Langkah ke-empat: Bangunlah sebuah jejaring toko-toko dan para pemakai Dinar dan Dirham dalam komunitas Anda dan terbitkanlah sebuah newsletter yang mencantumkan daftar semua anggota, secara teratur meng-upgrade-nya dengan anggota baru yang menerima Dinar dan Dirham. Zakat hendaknya kemudian dikumpulkan dan didistribusikan menggunakan Dinar dan Dirham. [Lihat juga www.jawaradinar.com, jadilah anggota Jawara Muamalah].

Langkah ke-lima. Tegakkan Dana Qirad Islami dan undanglah pada pemakai untuk berinvestasi dalam Dana ini. Dana tersebut akan diabdikan pada pembiayaan aktivitas-aktivitas perdagangan hanya yang sesuai dengan aturan qirad. Manfaat akan dibagi bersama di kalangan para investor sesuai dengan kondisi yang ditetapkan dalam kontrak.

Akhirnya, kita perlu menandaskan bahwa bunga hendaknya tidak diberikan kepada bank, apa pun keadaannya. Tidak mengambil bunga tidak membuat transasksi tersebut halal dan tidak menolong kita mengubah situasi ini.

Semoga Allah memberi kita kekuatan dan kebijaksanaan untuk meninggalkan riba dan menegakkan dien-Nya pada jaman kita ini. Amin.

 

 

Dinukil dari Fatwa tentang Bank dan Penggunaan Bunga Bank