Ayo Bangun Masjid Sultan Bintan Darul Masyhur

197

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya :

 عَنْ عُثْمَانِ بْنَ عَفَّانَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ مِثْلَهُ

Dari Utsman bin Affan -radhiyallahu’anhu- dia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membangun masjid ikhlas karena Allah maka Allah akan membangunkan baginya yang serupa dengannya di surga.” (HR. Muslim)

Masjid merupakan tempat ibadah pokok umat Islam. Disitulah ibadah sholat dilakukan dan kegiatan ibadah lainnya dilakoni. Kala era Khulafaur Rasyidin dan para Sahabat, masjid bahkan menjadi pusat pemerintahan. Bahkan hingga kehidupan muslimin di abad 17-an, masjid masih merupakan sentral pemerintahan dan peradilan. Di Kesultanan Aceh Darussalam, dikenal adanya sebutan Pengadilan Seurambi. Begitu juga di Kesultanan Mataram yang ada di Jawa. Ini menunjukkan proses persidangan secara syariat dilakukan di serambi masjid.

Bagi umat Islam, sudah barang tentu masjid adalah hal yang tidak dapat dipisahkan. Dalam tradisi Kesultanan Utsmaniyah, yang membentang dari era tahun 1300-an hingga 1700-an, Masjid juga menjadi simbol kedigdayaan seorang Sultan. Tatkala ada Sultan yang baru di Baiat untuk memimpin Daulah, maka sang Sultan membangun masjid baru yang dinamakan dengan dirinya. Makanya di Istanbul dikenal banyak masjid yang melekat nama sang Sultannya. Misalnya Masjid Fatih, Masjid Sulaiman, Masjid Sultan Ahmed, Masjid Selim dan lainnya. Ini menandakan masjid merupakan simbol kehadiran seorang Sultan.

Menapaki hal itulah di Kesultanan Bintan Darul Masyhur, masjid menjadi titik tolak hadirnya seorang Sultan. Sultan Bintan Darul Masyhur, Huzrin Hood, telah meniatkan untuk memulai pembangunan Masjid yang menjadi sentral kegiatan Kesultanan Bintan. Lahan Masjid seluas sekitar 2500 meter2 lebih telah dibeli yang dipersiapkan untuk mendirikan Masjid Sultan Huzrin. Lokasi lahan masjid itu terletak di kawasan Toapaya, Bintan, Kepulauan Riau. Rencananya langkah awal pembangunan masjid ini dengan melakukan pelebaran lahan hingga seluas kurang lebih 5000 meter persegi. Jadi masih diperlukan sumbangan dan sadaqah amal jariyah untuk membeli lahan seluas 2500 meter persegi lagi yang berada di sekitar lahan yang telah dibeli.

Untuk melakukan pembebasan lahan itu, diperlukan kisaran dana Rp 800 juta lebih. Selanjutnya akan dilakukan pembuatan desain pembangunan masjid. Namun insha Allah tak hanya sekedar dibangun masjid belaka. Melainkan lengkap dengan Imaret. Ini adalah lahan wakaf yang berisikan dapur umum, pasar sunnah, penginapan bagi musafir dan lainnya. Di lahan 5000 meter persegi itulah semua fasilitas itu akan dibangun, insha Allah.

Maka dari itu bagi kaum muslimin yang hendak turut andil dalam pembangunan masjid ini, akan sangat dipersilahkan sekali. Bagi yang berminat menyumbang dan bersadaqah, silahkan mentransfer ke rekening Baitul Mal Nusantara: Bank Syariah Mandiri No 067 008 4439 an. Amal Nusantara. Bisa juga langsung ke Bintan dengan menghubungi Amir Rizal Moeis (0812 60379570) atau datang langsung ke Baitul Mal Kesultanan Bintan Darul Masyhur di Jl. Raja Haji Fisabilillah No. 55, Tanjung Pinang, Bintan, Kepualauan Riau. Sumbangan bisa berbentuk Dinar dan Dirham maupun lainnya. Untuk keterangan lebih lanjut, bisa juga menghubungi Shiddiq (08119200431). Barrakallah.