Berpalinglah dari Emporium ke Dominium

369

Oleh Shaykh Dr Abdalqadir as Sufi

Audhubillahi minassy shaytannir rajiim.
Kami memulai dengan pernyataan Tawhid Allah, tiada kekuatan dan tiada daya kecuali dari Allah, Yang Maha Mulia Yang Akbar, Pencipta dan Penanggung alam semesta, Rabb yang rahasiaNya adalah masa.

Ada masa penciptaan bintang-bintang dan langit-langit.

Ada masa (perputaran) matahari dengan malam-malamnya, hari-harinya dan gerhana-gerhananya.

Ada masa (beredarnya) bulan, dengan pasang-surutnya, kesuburan-kesuburannya dan kedua eid-nya.

Ada masa terjadinya peristiwa-peristiwa manusia, periode kisah-kisahnya, dan kemenangan-kemenangannya.

Ada masa rahasia qalbu, saat terjadinya tajaliyat.

Kejadian-kejadian adalah bagian dari tertib alamiah dunia.

Perlambangnya adalah angin. Angin bertiup pada waktunya dan saat bertiup ia membawa kehidupan di bumi dengan bibit-bibitnya, pembersihannya dan hujan sembari membawa pula banjir, kerusakan dan sisa-sisa kehancuran.

Setiap kekaisaran,  cepat atau lambat, sesungguhnya pada waktunya akan hilang tersapu angin.

Salah satu penanda berakhirnya sebuah kekaisaran adalah saat pemimpinnya memecat prajurit terbaiknya sambil berpikir bahwa cara pandangnya-lah yang memelihara kekuasaannya. Hitler memecat Jendral Manstein dan ia kalah perang. Stalin memecat Trotsky dan kalah dalam revolusi dunianya. Churchill dan Atlee memecat Field Marshal Wavell dan kehilangan Kekaisaran Inggris dan India. Obama memecat Jendral McChrystal dan kehilangan Afghanistan dan Amerika.

Kekaisaran Amerika telah berakhir. Penghujung waktunya ditandai dengan penduduknya harus memilih sebagai pemimpin boneka seseorang yang mengingkari keislamannya dan seseorang mormon penyembah berhala. Tak lama lagi, pemeluk kristen dari daerah berpenduduk padatnya akan memberontak dalam suatu perang saudara. Pada waktu itu, Muslimin Amerika haruslah telah terang-terangan menyatakan penolakannya terhadap dolar dan kapitalisme.

Ciri dari Muslim Amerika adalah dia yang tidak lagi menyentuh bank atau dolar dan memiliki Amir setempat dan jamaahnya. Takdir atas Cina adalah berlangsungnya rangkaian badai besar yang mengerikan. Orang-orang Cina pertama-tama haruslah membebaskan diri dari jepitan sosialisme ala Barat yang sudah gagal, selanjutnya mereka harus menghentikan kebiasan tidak manusiawi memakan kucing dan anjing -sesuatu yang dilarang Allah-lalu mereka harus menyambungkan diri mereka dengan masa lalu mereka sendiri, yang ini akan membawa mereka kembali ke depan pintu Amir Timur dan jalan Madinah.

Indonesia, dengan jumlah Muslimin terbesar haruslah memutuskan diri dari sihir. Kekuasaan harus kembali kepada para Sultan yang mempergunakan uang metal sejati. Dan selanjutnya di antara para Sultan menunjuk satu di antara mereka sebagai diktaktor.

Afrika adalah sebuah pasar dan Cina pembeli utamanya. Islam akan terjaga di Utara di antara suku Barber dan barakah dan nur Darqawa di Kelaat M’guona Maroko. Di ujung selatan Afrika para Darqawa juga akan memelihara Provinsi Cape senantiasa beradab dan aman.

Eropa perlahan akan tunduk karena kebutuhan dan keperluan kepada orang-orang Eropa Baru, orang-orang Turki, Berber dan Pakistan-nya.

Negeri-negeri di tengah Asia adalah inti dari deen dan mahluk manusia. Putra-putra Khan yang mulia adalah kumpulan sumber genetik manusia dan darinya akan muncul pria dan wanita baru. Kebangkitan Islam di bagian selatan anak benua India dan pembersihan dari laku penyembahan berhalanya, yang saya maksud penyembahan patung-patung dan kertas uang rupee, akan muncul dari Kerala di selatan. Pakistan adalah titik pusat kekuataan dunia Islam.

Lahore, dengan ini saya menyatakan dengan ijin dan kewenangan tariqa Darqawi Qadiriy, bahwa Lahore sejak hari ini adalah ibukota politik umat Muslimin sedunia. Dengan bersatunya pimpinan suku Punjabi yang mulia dan suku Pathan mereka menjalin sebagai kekuatan baru dalam Islam yang tak terkalahkan. Suku Punjabi dan Pathan adalah salinan dari kaum Anshar dan Muhajirin yang sebenarnya. Dalam persatuan mereka terletak kemenangan kita. Karena itulah pusat kerajaan Amir Timur yang sebenarnya akan dihadir kembali inshaAllah.

Suriah mengajarkan kita dua hal. Kesatu, bangsa Arab telah hampir seluruhnya meninggalkan Islam dan yang lebih buruk memeluk agama buatan yang terputus dari Qur’an dan fiqh yang artinya meninggalkan kasih sayang yakni kehidupan Muslimin dengan cinta mereka kepada Rasul salallahu alayhi wassalam. Kedua, Shi’ah bukanlah sebuah sekte atau suatu versi lain Islam, Shia adalah sebentuk anti Islam, yang bersiteguh kepada warisan-warisan sesuai hubungan darah dan memuliakan hubungan jalur ibu daripada penguasa yang adil. Ia adalah suatu bid’ah Fatimid. Di luar Suriah, mereka tak harus diperangi secara militer melainkan harus diajak kembali ke Islam dan mau secara suka rela menolak dan meninggalkan kebiasaan menyiksa diri, penghinaan kaum wanita dengan burkha hitamnya, dan Mahdiisme.

Di masa ini yang merupakan senja kala pemerintahan parlemen oleh orang banyak, para fuqara haruslah belajar untuk menyelamatkan diri. Tariqa Qadiriyya adalah jalan untuk itu. Jika kita pergunakan cara pandang abad pertengahan sebagai suatu alat yang berguna maka kita melihat di hari ini bahwa dalam masyarakat memiliki dua segi yaitu Dominium dan Emporium. Emporium adalah sistem struktur Negara dan Supra Negara, yang kini sangat jelas telah gagal mendidik orang-orang, tak bisa memberikan kesehatan atau rumah dan tak bisa memberi makan orang-orang, sesungguhnya mengkerut hanya bisa mengawasi dan menghukum.

Dengan runtuhnya Emporium kita harus berpaling kepada Dominium untuk menyelamatkan diri. Dominium ini contoh terbaiknya adalah Madinah al Munawarra. Ia telah berlangsung di lingkungan istana Salahuddin. Ia dijelaskan oleh Ibnu Khaldun. Ia dijadikan mendunia oleh Mowlay Abdalqadir Al Jilani. Itulah rahasia dari inti yang menyelamatkan.

Sang Shaykh atau Pembimbing haruslah mengumpulkan 70 lelaki seperti yang dilakukan Sayiiduna Musa alayhi ssalam hinga 10 lelaki seperti yang dilakukan Rasulallah salallahu alayhi wassalam. Jamaah kecil ini harus mampu pergi kemana pun, melakukan apa pun, dan mereka inilah para pelindung Qur’an dan Shahadat.

Assalamualaykum warahmatallahi wabarakatuh. Al Fatihah.

*) Dari ceramah pada Moussem 2012.