Dimana Allah Subhanahuwataala Bersemayam? Ini Jawaban Imam Malik

289

Keberadaan Allah SWT menjadi pembahasan menarik sejak era lampau. Di masa abad 5 H, seorang muslim bertanya kepada Imam Malik tentang hal bersemayam-nya Allah Subhanahuwataala. Imam Malik, radiallahuanhu, memberi jawaban yang memuaskan, berbeda dengan jawaban para ulama besar lainnya. Simak kisahnya.

Keberadaan Malik bin Anas sebagai ulama, memang sudah diketahui umum. Utamanya di kota Madinah. Kecerdasan Malik bin Anas banyak diakui oleh berbagai ulama besar lainnya. Tak heran saban hari, majelis-nya Imam Malik selalu dihadiri oleh banyak orang, yang ingin menimba ilmu dan mengajukan beberapa pertanyaan tentang keIslaman.
Suatu ketika, kala Imam Malik memberikan ceramah dalam majelisnya, seseorang sempat bertanya perihal tempat bersemayam-nya Allah SWT.

Laki-laki yang bertanya itu melontarkan lantunan ayat suci Al Quran. Dia membacakan QS Thaha ayat 5 yang isi terjemahannya : “Yang Maha Pengasih (Allah) bersemayam di atas arasy”.
Laki-laki itu pun mengajukan pertanyaan kepada Imam Malik.
“Bagaimana tentang bersemayam-nya Allah itu, wahai Imam?” tanyanya.
Mendapat pertanyaan itu, sejenak Imam Malik terdiam. Tak seperti menjawab pertanyaan-pertanyaan lainnya, Imam Malik agak berpikir beberapa saat. Malah sang Imam sampai agak berkeringat. Sementara para hadiri yang datang ke majelisnya, menunggu jawaban dari Imam Malik.

Akhirnya setelah beberapa saat, Imam Malik pun memberikan jawaban terang.
“Istiwa’ (bersemayam)nya Allah telah diketahui (jelas), kaifiyah (cara)-nya tidak dapat diketahui oleh akal, dan bertanya tentang hal itu adalah bid’ah, sedangkan mengimaninya adalah wajib,” demikian Imam Malik memberikan gambaran.

Laki-laki yang mengajukan pertanyaan itu pun tertegun dengan jawaban Imam Malik. Dia langsung berkata,: “Aku telah menanyakan masalah ini kepada para ulama Bashrah, Kufah, dan Irak (Baghdad), namun jawabannya tidak ada yang memuaskan sebagaimana jawaban engkau,” tuturnya.