Inilah AMR di Tanjung Pura Darrusalam

181

Allah Subhanahuwataala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya), dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa: 59)

Dalam ayat lain, Allah Subhanahuwataala berfirman:

“sesungguhnya orang-orang yang berbaiat kepadamu maka berbaiat kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka. Maka barangsiapa melanggar janji setia, mereka melanggar janji setia kepada dirinya sendiri. Dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar.” (QS Al Fath: 10)

Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam bersabda:

“Barangsiapa taat kepadaku, maka sungguh ia taat kepada Allah, dan barangsiapa yang mengingkari aku, maka sungguh ia akan ingkar kepada Allah. Barangsiapa mentaati Amirku, maka ia telah taat kepadaku. Siapa yang mengingkari Amirku, maka sungguh ia telah ingkar kepadaku.” (HR Muslim Bukhari).

Ulil Amri Minkum adalah hal wajib bagi kaum muslimin. Sejak Islam menjejak di era Rasulullah hingga sekitar abad 20, Ulil Amri Minkum kaum muslimin kerap ada. Perwujudannya adalah para Sultan. Dalam istilah lain disebut Khalifah atau Amir. Inilah yang terus melekat bagi muslimin. Namun semenjak beberapa abad belakangan, Sultan atau Amir tak lagi muncul di tengah-tengah muslimin. Alhasil rukun zakat menjadi tak ditegakkan secara benar.

hal itulah diperlukan adanya sosok AMR ditengah-tengah muslimin kembali. Pertengahan Ramadhan tahun lalu, sekitar 30 muslimin di Ketapang, Tanjung Pura, Kalimantan Barat, mempraktekkan Amal Madinah dengan melakukan Baiat kepada AMR. Sosok yang di baiat adalah seorang muslim yang dengan tegas berupaya untuk menegakkan kembali panji-panji Islam. Beliau bernama Haji Morkes Effendy. Bagi masyarakat Kalimantan Barat, sosoknya sudah tak asing lagi.

Alhasil karena tekadnya dalam mengembalikan syariat di bumi Tanjung Pura, baiat pun dilakukan para muslimin. Baiat dilakukan dengan lafaz yang merujuk pada kitab Al Muwatta’ karya Imam Malik. Teriakan “Allahu Akbar!!” pun menggema berkali-kali mengiringi proses baiat yang dilakukan para muslimin itu. Maka, Haji Morkes Effendy pun secara sahih menjadi AMR para muslimin Tanjung Pura Darussalam. berranjak dari situlah kaum muslimin di sana menunaikan Zakat mal kepada Baitul Mal Tanjung Pura di bawah Amr Morkes Effendy. Zakat dibayarkan dalam bentuk Dinar emas dan Dirham perak. Lalu di bagikan kepada para mustahik dalam bentuk 1 Dirham perak. Dari situlah rukun Zakat kembali ditegakkan. Insha Allah