Kembalinya Rukun Zakat

339

Awan cerah meliputi wilayah Depok dan sekitarnya. Di sebuah sudut jalanan Tanah Baru, Depok, saban jam 9 pagi kesibukan telah dimulai. Tepat berada di pelataran parkir Sekolah Muamalah, meja-meja telah tersusun membentuk persegi empat. Di bawah atap yang berkah, meja-meja itu bersiap menampung para pedagang yang tampak mulai berdatangan.

Para pedagang tampak berlomba dengan puluhan ibu-ibu setengah baya yang banyak mengerubungi. Di tangan mereka rata-rata telah memegang 1 Dirham perak. Sehari sebelumnya, mereka mendapatkan Dirham perak yang dibagikan dari Baitul Mal Nusantara. Dirham itu merupakan Zakat yang didistribusikan. Ibu-ibu yang tergolong mustahiq penerima Zakat, tampak sumringah memegang alat tukar yang merujuk Sunnah Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam itu. Dirham-Dirham itu kini telah kembali sebagai syarat sahnya rukun Zakat.

kisaran jarum jam menunjuk angka 10 siang, pasar pun dibuka. Sekitar 15 pedagang tampak menjajakan barang dagangannya. Mulai dari sembako, tas, obat-obatan, penganan ringan, sandwich, baju anak, telor ayam, madu, sampai susu murni pun dijajakan. Ibu-ibu pemegang Dirham itu pun menyerbu untuk berbelanja. Mereka membeli barang-barang kebutuhan mereka dengan Dirham hasil zakat yang dibagikan. Maka, hari itu rukun Zakat telah kembali di tunaikan, di pasar muamalah.

Zakat memang menjadi rukun Islam. Allah Subahanhuwataala dalam Al Quran kerap menyebutkan ibadah sholat bersandingan dengan Zakat. Ulama menyebut bahwa Zakat merupakan saudara kembar dari Sholat. Sebagai ibadah, maka Zakat juga memiliki rukun untuk syarat sahnya. Seperti dalam sholat, rukun itu dimulai dari wudhu, niat, takbir sampai menghadap kiblat. Tatkala ada salah satu rukun yang tak diikuti, maka sholat itu dikategorikan tak sah. Pun demikian dengan ibadah Zakat. Rukunnya sangat rigid. Karena Zakat terdiri dari fitrah dan mal. Zakat mal harus ditunaikan dengan Dinar Dirham, untuk yang bukan kategori pertanian, dan lainnya. Tak sah jika ditunaikan dengan uang kertas atau byte komputer produksi banking system. Karena Zakat harus ditunaikan dalam ayn, bukan dayn. Sementara uang kertas, posisi dalam syariat bersifat dayn. Selain itu, Zakat juga harus ditunaikan kepada AMR Islam. Inilah tali kaum muslimin yang menyambung pada Allah Subhanahuwataala dan Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam. Disinilah pentingnya umat Islam hari ini untuk kembali berjamaah di bawah AmR Islam.