Majelis Wirid di Zawiyya Sayiddi Depok Kembali Dimulai

738

Setelah libur selama berlangsungnya bulan Ramadhan dan Idhul Fitri, majelis wirid yang berlangsung di Zawiyya Sayiddi, Depok, Jawa Barat kembali dilangsungkan kembali. Sore tadi, Ahad 2 Juli 2017, majelis wirid yang berlangsung sepekan sekali, kembali dibuka. Pembacaan Miftahul Wirid yang disusun Shaykh Muhammad Ibn Al Habib, ulama dari Meknes, Maroko pun dilangsungkan.

Tampak para fuqara yang datang dari berbagai tempat seperti Bekasi, Tangerang, Jakarta dan sekitarnya mulai menggabungkan diri dalam majelis. Selepas pembacaan wirid, kemudian dibacakan Diwan yang juga digubah oleh Shaykh Muhammad Ibn Al Habib. Beliau merupakan mursyid tariqah Qadiriyah Shadziliyah Dharqawiyah. Para fuqara dari Indonesia mulanya mengenal tariqah ini melalui Shaykh Abdalqadir as sufi, yang merupakan mursyid penerus Shaykh Muhammad Ibn Al Habib. Kini Shaykh Abdalqadir as sufi menetap di Basel, perbatasan Perancis dan Swiss di benua Eropa. Sebelumnya beliau telah sekitar 8 tahun lebih menetap di Cape Town, Afrika Selatan. Shaykh Abdalqadir, selain sebagai mursyid tariqah, memberi pengajaran bahwa umat Islam harus kembali menegakkan syariat yang kini telah lumpuh. Pengajaran tentang hakekat –melalui tariqah– harus dibarengi dengan syariat, dan harus bersatu. Problem umat di jaman ini ialah tatkala syariat Islam telah menghilang, dibawah tekanan kapitalisme yang merupakan anak kandung era rennaisance di Eropa. Dasar itulah untuk pentingnya kembali menghadirkan syariat di tengah-tengah umat, dan merupakan tugas para sufi untuk mengembalikannya. Salah satu fatwa Shaykh Abdalqadir as sufi ialah betapa umat muslimin harus kembali menggunakan Dinar emas dan Dirham perak sebagai alat untuk membayar zakat dan transaksi perdagangan yang bebas riba. Karena riba dalam Islam jelas haram. Maka dari itu pengajaran tariqah ini dipenuhi dengan pembelajaran juga tentang syariat dan lainnya. Tentunya selain pengajaran tentang ilmu ihsan yang melekat pada setiap muslim.

Di Zawiyya Sayiddi Depok, rutinitas wirid dilangsungkan saban Sabtu selepas Sholat Ashar berjamaah. Wirid dipimpin oleh Amir Zaim Saidi yang mendapat idhin untuk mengamalkan dan menyebarkan tariqah ini di Indonesia. Selain di Zawiyya Depok, majelis wirid seperti ini juga berlangsung di Zawiyya Darussalam di Ketapang, Kalimantan Barat dan di Zawiyya Darul Masyhur di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Di Zawiyya Darussalam wirid berlangsung saban Kamis petang yang diikuti puluhan fuqara. Di Zawiyya Darul Masyhur juga berlangsung saban hari ba’da Subuh dan setiap pekan.

Para fuqara tariqah ini tersebar di berbagai mancanegara. Tapi banyak yang tersebar di Inggris, mulai dari kota London, Norwich, Leicester, Manchester, sampai Leeds. Di Spanyol berpusat di Granada dan Sevilla. Juga ada di Barcelona. Juga menyebar di Jerman, mulai Berlin sampai Potsdam. Di Skotlandia, Perancis hingga Swiss juga ada sejumlah fuqara. Kini mursyid tariqah ini adalah Shaykh Mortada Elbomoshouli yang menetap di Kellat Mgouna, Maroko. Jaraknya sekitar 9 jam perjalanan dari kota Marrakech, Maroko. Tahun 2013, Shaykh Abdalqadir as sufi melimpahkan kemursyidan-nya kepada Shaykh Mortada Elbomoshouli. Para fuqara tariqah ini saban tahun menghadiri Moussem, ajang berkumpulnya paara fuqara seantero dunia, pada bulan Oktober dan bulan Mei yang merupakan Moussem (musim) Shaykh Mortada Elbomoshouli. Dalam ajang itulah majelis dzikir yang penuh cahaya dikumandangkan dari muslimin berbagai negara.