Maklumat Khalifah Umar ibn Khattab tentang Palestina

295

Sejak 1400 tahun yang lalu perjanjian ini, Perjanjian Umariyah,  telah di buat oleh Khalifah Umar bin khattab RA untuk penduduk Jerusalem. Adakah umat Islam hari ini merujuk dan mempertimbangkannya dalam mengatasi persoalan Palestina?

“Bismillahirrahmanirrahim

Hamba Allah, Umar Amirul Mukminin dengan ini memberikan keamanan bagi warga Eliya (Jerusalem).

Aku telah memberikan mereka keamanan bagi diri mereka, harta mereka, gereja mereka serta keturunan mereka. Orang-orang sakit ataupun yang sehatnya berikut ajaran keyakinanya mendapatkan perlindungan. Gereja mereka jangan diambil atau dihancurkan. Mereka tidak boleh diusir tidak juga terhadap keturunanya mereka atau sedikitpun harta-harta mereka. Mereka jangan dipaksa keluar dari agamanya. Tidak boleh dianiaya. Tetapi TIDAK ADA SEORANG YAHUDI PUN YANG BOLEH TINGGAL DI KOTA ELIYA INI.

Warga Eliya diwajibkan membayar jizyah, sebagaimana diperlakukan kepada warga Madain. Mereka harus memisahkan diri dari Romawi dan dari para pencuri. Barang siapa yang keluar di antara mereka, maka ia akan aman, dirinya dan hartanya hingga sampai tempat perlindungan dirinya. Barang siapa yang tinggal (di Eliya) maka dia juga akan aman. Bagi dirinya sebagaimana bagi warga Eliya terkait kewajiban Jizyah.

Siapa saja dari warga Eliya yang mau pergi bersama Romawi dan keluar dari perjanjian ini bersama keturunanya, maka ia aman atas dirinya, keturunanya hingga ia sampai ke tempat perlindunganya. Barang siapa yang sudah ada di sana sebelum peristiwa (pembunuhan ini), maka ia bebas. Jika mau tinggal maka baginya sebagaimana warga Eliya dari Jizyah atau ia mau pergi bersama Romawi (terserah dia) barang siapa yang kembali ke keluarganya maka tidak boleh diambil darinya sedikitpun, hingga ia memanen tanamanya.

Tulisan ini adalah perjanjian dengan Allah, RasulNya, Para Khalifah Kaum Muslimin. Jika mereka memberikan apa yang diwajibkan bagi mereka berupa Jizyah.

Hal ini disaksikan oleh:

  1. Kholid bin Walid,
  2. Amer bin Ash,
  3. Abdurrahman bin Auf dan
  4. Muawiyah bin Supyan.

    Di tulis dan disaksikan pada tahun 15 H.”

Sumber: Sebagaimana diriwayatkan oleh Berry Halilintar