Mangku Negeri Berikan Zakat Pada Muallaf Umur 8 Tahun

217

Anak kecil itu bernama Yogo Setiyadi. Dia baru kelas 2 SD. Umurnya 8 tahun. Dia anak dari seorang Ibu yang memeluk Kristen. Tapi Yogi membuat tanda hadirnya kebesaran Allah Subahanhuwataala. Di umurr segitu, dia memohon ijin pada ibu kandungnya untuk memeluk agama Islam.

Awalnya sang Ibu sempat ragu. Karena dikiranya kehendak Yogi hanya main-main belaka. Maklum masih di usia muda. Tapi ternyata Yogi serius bukan kepalang. Dia minta agar memeluk Islam. Alhasil Ibunya menjadi sibuk bukan kepalang. Yogi minta agar dibimbing bersyahadat untuk memeluk Islam.

Alhasil sang Ibu membawanya menuju Kantor Urusan Agama (KUA), Ketapang, Kalimantan Barat. Karena di sanalah mereka menetap. Ibu Yogi pun semula mengambil formulir untuk memeluk Islam. Beberapa hari kemudian, setelah diisi, dia dan Yogi datang lagi. Petugas KUA Ketapang terkesima seketika. Karena ternyata yang hendak masuk Islam adalah Yogi, lelaki belia anak Delta Pawan, Ketapang.

Yogi pun bersyahadat. Tanggal 5 Oktober 2017, Yogi menyatakan memeluk Islam itu. Ketapang pun mendadak heboh. Dunia menyaksikan. Kisah Yogi ini tak lain tak bukan tanda kekuasaan Allah Subhanahuwataala.

Kejadian ini pun sempat didengar Kiay Mangku Negeri Haji Morkess Effendy. Beliau adalah Amar Islam di wilayah Ketapang dan sekitarnya. Mangku Negeri kemudian mengirimkan Wazir Al Khas, Nanang Yusrik untuk menemui Yogi. Beliau mendatangi kediamannya bersama para fuqara Ketapang. Niat baik Yogi ini telah mendorongnya masuk dalam zona Zakat. Sebagai muallaf, Yogi pun berhak mendapat Zakat. Mangku Negeri Tanjung Pura pun memberikan Zakat sebanyak 8 Dirham Perak pada Yogi, anak yang telah mendapat hidayah itu.

Zakat diberikan dalam bentuk koin perak Tanjung Pura Darrusalam. Zakat ini mengikuti Sunnah Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam. Atas nama Kiay Mangku Negeri, Zakat itu diberikan pada Yogi. Sang anak itu pun sumringah. Ibunya hanya bisa menyaksikan bagaimana persaudaraan sesama muslim berlangsung. Yogi mendapatkan Dirham peraknya.

Ahad, 8 Agustus 2017 lalu, berlangsung Pasar Muamalah di Ketapang, Kalimantan Barat. Pasar ini berupaya membangkitkan lagi Sunnah Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam. Yogi pun ikut datang meramaikan. Dia membawa serta perak yang dia dapatkan dari Zakat itu. Yogi ikut membelanjakannya. Karena pasar itu memberlakukan alat tukar emas dan perak sebagai keridhoan pembayaran. Bukan kertas-kertas buatan bankir yang tak bernilai. Melainkan merujuk nilai yang diberikan Allah Subhanahuwataala, emas dan perak itu. Yogi membelanjakan Dirhamnya dan kemudian memberikan pada sang Ibunya. Itulah pertanda bakti Yogi pada orang tuanya.

Sore harinya, dia diajak ke kediaman Kiay Mangku Negeri di bilangan Kepala Pulau, Ketapang, Di sana Yogi bergabung dengan saudara-saudara muslimin lainnya. Yogi pun kemudian disambut sumringah. Dia berlatih silat bersama para fuqara. Niatnya memeluk Islam, telah dipertemukan dengan saudaranya yang se-iman. Inilah tanda kebesaran Allah Subhanahuwataala.