Mangku Negeri Tanjung Pura Kembali Gelar Pasar Muamalah

50

Perhelatan berbasis Sunnah Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam kembali diadakan di Kemangkunegerian Tanjung Pura Darrusalam. Inilah upaya pengembalian Sunnah yang hilang: pasar! Sunnah ini kini jamak tak lagi ditegakkan kaum muslimin seantero dunia.

Padahal Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam mengajarkan bahwa pasar juga merujuk pada Al Quran. Di sanalah keadilan ditegakkan. Tidak ada sewa, pajak, pungutan lainnya, ataupun pengkaplingan tempat jualan. Siapa saja boleh berdagang asalkan memahami muamalah. Itulah pasar yang menjadi pondasi kehidupan ber-Islam bagi muslimin selama ratusan tahun. Kini semenjak abad 17 ke atas, pasar berbasis Islam tak lagi hadir. Alhasil pasar dikendalikan kaum kuffar yang berbasis kapitalisme.

Kemangkunegerian Tanjung Pura Darrusalam di Ketapang, Kalimantan Barat, salah satu wilayah yang mewujudkan kembali kehadiran pasar Sunnah itu. Pasar insha Allah akan diagendakan pada hari Ahad, tanggal 3 Desember 2017 di halaman masjid Al Falah, Ketapang, Kalimantan Barat.

Para pedagang tampak tengah mempersiapkan diri untuk perhelatan pasar itu. Sejumlah barang dagangan dengan ragam dan rancaknya dijajakan di pasar tersebut. Mulai dari beras, madu, aneka ragam buah, pakaian, sampai minyak wangi. Laiknya di pasar tentu jual beli terjadi, dengan prinsip ridho sama ridho. Tapi yang menarik, pasar ini dibolehkan menggunakan alat tukar Dinar emas dan dirham perak. Inilah alat tukar yang dijamin keadilannya oleh Allah Subhanahuwatalaa. Kehadiran pasar muamalah ini diharapkan bisa memberi percontohan bagi muslimin di manapun berada untuk kembali menghadirkan pasar yang berbasis Islam.

Mari ramaikan pasar Sunnah di Ketapang, Kalimantan Barat, sembari berupaya menegakkan syariat Islam yang kini telah roboh. Insha Allah.