Menguak Rahasia Ber-Safar

606

Segala sesuatu berada dalam perjalanan, bahkan atom-atom juga dalam perjalanan. Segala sesuatu bergerak, segala sesuatu hidup, ya.. segala sesuatu.

Ingat, bagaimana Rasul saw. berbicara kepada batu. Beliau berbicara kepada orang mati di sumur Badar. Anda harus ingat bahwa inilah hakikat eksistensi yang sebenarnya. Itulah sebabnya, bagi para sufi, perjalanan itu WAJIB. Anda harus bangun dan pergi.

Sekarang adalah zaman ketika laki-laki menjadi budak. Mereka menginginkan keamanan, mereka menginginkan ketenangan, mereka memiliki utang dan ingin dapat melunasi utang. Tidak, tidak, tidak. Anda dilahirkan untuk memiliki ma’rifatullah, dan untuk memilikinya, anda harus melakukan perjalanan. Anda harus bepergian. Bepergian di muka bumi. Anda harus MELIHAT.

Inilah kewajiban anda. Anda harus bangun dari ketidaksadaran pada zaman kita hidup ini dan menjadi sadar dan melihat apa yang telah dilakukan Allah terhadap dunia ini – untuk mengamati makhluk-Nya – melihat keindahannya dan melihat kejadian mengerikan yang menimpa orang-orang yang berpaling dari Allah swt., dan anda harus memahami apa yang terjadi ke mana pun anda pergi.

Anda juga harus mencari orang-orang ‘alim yang darinya anda dapat memperoleh manfaat sehingga ketika dalam perjalanan anda akan bertemu dengan orang yang berlari-lari dari ujung kota dan berkata, “Ikutilah Utusan itu,” dan membukakan sebuah pintu untuk anda.

Inilah yang menjadi tujuan dari orang-orang khusus. Inilah Thariqah Syaikh asy-Syadzili dan Syaikh Muhammad ibn al-Habib dan Syaikh al-Fayturi.

*Shaykh Abdalqadir as sufi