Meriahnya Pasar Muamalah di Depok dan Ketapang

654

Kemeriahan pasar berlangsung di Depok dan Ketapang, Ahad tanggal 18 Juni 2017. Di dua tempat yang berbeda berlangsung pasar yang mengikuti Sunnah Rasulullah Shallalahuallaihi Wassalam. Di pasar itu alat tukar yang digunakan adalah Dirham perak, uang yang berlandaskan Sunnah.

Di Tanah Baru, Depok, kisaran pukul 16.00 WIB para muslimin telah memadati kawasan pasar yang tak terlalu luas. Pasar berlangsung di halaman Sekolah Muamalah di Depok. Barang dagangan yang dijajakan sangat beragam. Mulai dari sembako, obat-obatan, tas perempuan, jamu kunir asem, kaos dan baju batik, alat-alat dapur, kurma, susu segar asli, sampai kopi pun ikut dijual di pasar.

Sehari sebelum pasar, telah dibagikan Zakat sebanyak 150 Dirham kepada para mustahik yang menetap di sekitar pasar. Zakat itu didistribusikan dari Baitul Mal Nusantara yang juga menarik Zakat dalam bentuk Dinar dan Dirham. Dalam syariat, Zakat yang sahih adalah tatkala ditunaikan dengan Dinar dan Dirham. Setelah zakat ditarik, lalu didistribusikan dalam bentuk Dirham kepada para mustahik.

Nah supaya para penerima Zakat bisa menbelanjakan Dirhamnya, maka diadakanlah pasar ini. Pasar juga menjawab realitas zaman ketika pasar yang ada hari ini penuh dengan prinsip kapitalisme, ketidakjujuran, dan penuh tipu muslihat. Dalam Islam, hal itu tak dibolehkan. Sementara Islam menganjurkan agar di pasar harus.berlangsung jujur, tanpa sewa, tanpa riba.

Sudah berjalan saban setahun lebih, pasar muamalah berlangsung setiap sebulan sekali dengan skema yang sama. Dengan begitu maka rukun Zakat yang sah bisa dijalankan kembali sesuai Sunnah.

Selain di Depok, di waktu yang hampir sama juga berlangsung pasar di Ketapang. Sebelumnya dibagikan sekitar 100 Zakat berupa Dirham perak kepada para mustahik di Ketapang, Kalimantan Barat. Pasar dilangsungkan di halaman Masjid Al Falah, Ketapang. Beragam barang dagangan dijajalan.di pasar itu. Mulai dari beras, minyak kelapa, herbal, telur, sampai sayur mayur. Tentu dalam rangka agar para.mustahik juga bisa membelanjakan Dirham.yang didapat dari Zakat. Pasar di Ketapang dalam naungan Kiay Mangku Negeri, Haji Morkes Effendy.