Muamalah di Toko You, Bandung

411

Bandung, – Siang mulai menyerang. Hari itu Kamis, 20 April 2017. Jam makan telah tiba. Sebuah bangunan khas rumah tua dengan gaya klasik mendadak ramai. Rumah itu bukan sekedar tempat tinggal biasa. Melainkan telah disulap menjadi sebuah restoran dengan gaya klasik. Lokasinya persis berada di pusat kota Bandung, Jawa Barat. Tak jauh dari kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), yang jadi ciri khas kota itu. Di sebuah sudut tak jauh dari situlah lokasi resto itu berada. Pemiliknya seorang muallaf keturunan Tionghoa. Dialah Pak Muhammad Sonny. Beliau sengaja menamakan restonya dengan “Toko You”.

Penganan di resto itu sangat khas. Para muda mudi pekerja kantoran tampak menjejali resto itu. Ibu-ibu paruh baya juga tampak berkongkow ria di sana. Mereka menikmati hidangan yang banyak didominasi penganan khas Tionghoa. Ada juga jejamu racikan langsung. Tapi ada yang menarik dari Toko You ini. Di beberapa sudutnya, sebuah gambar tiga lingkaran bulat tampak menempel gagah. Gambar itu logo yang bertuliskan “Kami Menerima Dinar Dirham” yang digantung persis di pintu masuk menuju kasir. Di meja pembayaran, stiker itu juga menempel di sana. Di sejumlah dindingnya juga. Itu sebuah pertanda. Resto itu menerima pembayaran dengan Dinar Emas dan Dirham perak.

Letak Toko You di dekat Rumah Sakit Borromeus. Tanpa apapan nama.  Banyak yang  mengira ini hanya rumah biasa. Gerbang kayu menjadi ciri khas dari pintu masuknya Toko You. Begitu masuk ke dalam, ternyata tempatnya cukup luas dan adem. Bagian depannya ada etalase yang berisi kue dan roti-roti jadul. Pada mulanya toko ini memang hanya menjual roti dan keju untuk memenuhi kebutuhan makanan kecil orang Belanda. Perlahan-lahan, bertambah menu lain dan terkenal dengan mie homemade nya

Sekarang ini, Toko You terkenal sebagai tempat nongkrong klasik dengan makanan yang didominasi oleh chinese food. Toko Yu dilanggani keluarga-keluarga. Ini berkat keramahan Om Sony pemiliknya, seorang muallaf yang sangat ramah. Uniknya lagi di Toko You ada sebuah meja yang berisi ramuan-ramuan jamu yang diracik langsung sebelum disajikan. Di sini banyak macamnya jamu yang diracik secara tradisional. Selain jamu, kopi di sinipun banyak disukai karena menggunakan kopi Aroma yang memang terkenal.  Lalu ada tahu gejrot khas Cirebon.
Di tengah kesibukan Muhammad Sonny, sang pemilik di meja kasir, dia pun sigap melayani pelanggan. “Kami masih menerima Dinar Dirham,” ujarnya tersenyum ramah. Karena, sambungnya, itu adalah Sunnah Rasulullah. Sonny pun tak gugup lagi tatkala ada pembeli yang membayarkan penganan di restonya dengan Dirham perak. Dia menerimanya dengan sumringah. Toko You menjadi salah satu saksi, betapa muamalat bisa dijalankan di era geliat kapitalisme yang ribawi ini.