Muslimin Tunaikan Zakat Mal Dengan Dinar Dirham dan Kepada AMR Islam

394

Dua pekan belakangan sejumlah peristiwa besar terjadi. Kaum muslimin tampak berbondong menunaikan kewajibannya membayar Zakat mal (harta) kepada AMR Islam. Tampak ada sekitar 4 orang muslimin yang menunaikan Zakatnya. Diantaranya Ibu Ira Hendaryani binti Tjiknang Achmad dengan membayar Zakat sebanyak 100 Dirham. Kemudian Ibu Yuni sebanyak 20 Dirham. Pembayaran Zakat itu diserahkan langsung kepada Amir Amirat Indonesia, Zaim Saidi. Ada juga yang dilakukan melalui amil Zakat yang ditunjuk Amir Zaim. Total muzaki yang menunaikan Zakatnya di bulan Desember 2017 ini ada sekitar 11 Dinar dan 148 Dirham perak. Semoga Allah meridhoinya.

Zakat mal bukan ibadah serampangan dalam Islam. Karena rukunya mesti ditunaikan dengan ‘ayn. Sementara untuk harta moneter dan barang perniagaan, hanya sah dibayarkan dengan nuqud yakni Dinar emas dan Dirham perak. Sementara tempat bayarnya, juga tak bisa sembarangan. Harus mengikuti AmR Islam. Dalam khazanah historis, merekalah para Sultan atau AmR yang menarik zakat dari muslimin. AmR Islam secara defenitif ialah yang menegakkan kembali syariat Islam. Salah satu tugas seorang AmR Islam, menurut tafsir Imam Qurtubi adalah mencetak Dinar Dirham, menghadirkan pasar-pasar, menjaga takaran dan timbangan, menentukan pengumuman dua Ied dan lainnya. AmR inilah yang berhak dalam mengambil zakat kaum muslimin dan menyebarkannya.

Amirat Indonesia termasuk yang didirikan untuk kembali mengembalikan rukun zakat agar sesuai syariat. Salah satunya dalam penunaian Zakat dilakukan dengan ayn, berupa Dinar Dirham. Dari Zakat yang diambil, kemudian disebarkan kepada mustahiq. Saban akhir bulan, Amirat Indonesia meembagikan zakat berupa 1 Dirham perak kepada setiap mustahiq di sekitar Tanah Baru, Depok. Supaya para mustahiq bisa membelanjakan dan menggunakan Dirham dan Dinar itulah maka diselenggarakan pasar muamalah, yang menerima transaksinya dengan menggunakan Dinar dan Dirham. Selain itu, pasar juga dihadirkan demi mengikuti dan mengembalikan lagi Sunnah Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam. Dengan demikian pasar dan Zakat bisa sekaligus dikembalikan merujuk pada Sunnah. Inilah urgensi kehadiran kembali Dinar Dirham. Tegaknya rukun Zakat sesuai syariat, pertanda kembalinya Islam. Insha Allah.