Mutiara Nasehat dan Pesan dari Pidato Khalifah Abu Bakr as Siddiq

861

Ibn ‘Asakir memaparkan bahwa Musa ibn ‘Uqbah mengabarkan bahwa Abu Bakr as-Siddiq radhiallahu anhu biasa menyampaikan khutbah berkata, ‘Segala Puji milik Allah, Rabb segala mahluk ciptaan-Nya, saya memuji-Nya dan memohon pertolongan-Nya, dan kami memohon pada-Nya karunia bagi apa yang ada setelah kematian, karena akhir hayat kami dan akhir hayatmu telah semakin dekat. Saya bersaksi tidak ada tuhan selain Allah, tak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba-Nya dan rasul-Nya yang diutus dengan Kebenaran, sebagai pembawa kabar baik dan peringatan dan serta penerang bercahaya sehingga mereka yang hidup mau mendengar peringatannya dan ketentuan terjadi pada mereka yang menolaknya. Sesiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya pastilah terbimbing, dan siapa pun yang tidak mentaatinya telah tersesat dalam suatu kesalahan yang pasti.

Saya menasihatimu untuk bertaqwa dalam ketaatan pada Allah, dan berpegang teguh pada perintah Allah yang telah diturunkan bagimu dan yang dengannya itu Ia telah membimbingmu, karena ringkasan menyeluruh dari petunjuk Islam setelah kalimat ikhlas shahadati adalah ‘saya dengar dan saya taat’ kepada sesiapa yang Allah berikan kekuasaan atas urusan-urusanmu, karena siapa pun yang mentaati Allah dan mereka yang memerintahkan kebaikan-kebaikan yang sudah dikenali dan melarang apa yang telah ditolak, telah berhasil dan makmur, dan telah melaksanakan kewajiban yang harus dikerjakannya.

Berhati-hati agar tak mengikuti hawa nafsu, karena mereka yang berhasil dan makmur adalah mereka yang terlindungi dari hawa nafsu, keserakahan, ambisi, dan amarah. Berhati-hatilah agar tidak sombong, karena apakah yang bisa disombongkan dia yang diciptakan dari debu tanah, yang kemudian akan jadi debu lagi, kemudian belatung-belatung akan memakannya, dimana hari ini dia hidup dan mati besok?

Maka pahami setiap hari dengan hari itu (yawm al yawm – Hari Kiamat) dan sejam dengan jam itu (Jam terakhir). Lindungi dirimu dari doa mereka yang terzalimi, jadikan dirimu termasuk mereka yang telah wafat, dan bersabar, karena setiap amal adalah dengan sabar, dan waspadalah, karena kewaspadaan itu bermanfaat. Dan beramalah, dan amal-amal itu diterima. Pelihara dirimu dari apa-apa yang telah Allah peringatkanmu tentang siksa-Nya dan bersegeralah kepada apa-apa yang telah dijanjikan Allah rahmat-Nya. Pahami dan kamu akan dimengerti, bertaqwalah dan kamu akan dijaga, karena Allah sudah menjelaskan dengan terang kepadamu apa yang menjadikan orang-orang sebelummu dihancurkan-Nya dan apa yang menjadikan orang-orang sebelummu diselamatkan-Nya. Allah telah menjelaskan dengan terang kepadamu dalam Kitab-Nya apa Halal-Nya dan apa Haram-Nya, dan amal-amal yang dicintai-Nya dan dibenci-Nya.

Saya tak akan mengabaikanmu dan diri saya sendiri, dan Allah Dia-lah Yang Kepadanya pertolongan dicari. Dan tak ada daya (untuk mencegah keburukan) dan kekuatan (untuk berbuat baik) kecuali dengan Allah. Ketahuilah selama engkau ikhlas kepada Rabb-mu dalam beramal maka engkau telah mentaati Rabb-mu dan engkau telah melindungi dan menjaga bagianmu dan engkau berada dalam keadaan sejahtera.

Dan apapun yang engkau lakukan dengan sukarela dalam deenmu, maka jadikan ia pengabdian sukarela (yang engkau kirimkan) sebelummu dan engkau akan menerima pembayaran secara penuh atas pinjamanmu itu, dan engkau diberikan jatah harian pasti makanan di masa kemiskinanmu dan di waktu engkau membutuhkannya. Maka bertafakurlah, hamba-hamba Allah, tentang saudara dan sahabatmu yang telah wafat. Mereka telah tiba kepada apa yang mereka telah ditetapkan sebelumnya dan mereka telah sempurna memenuhinya dan mereka sendirilah yang merasakan penderitaan atau kebahagiaan yang terjadi setelah kematian. Tak ada sekutu bagi Allah, dan tak ada hubungan apapun antara-Nya dengan tiap-tiap mahluk-Nya yang dengan-Nya kepadanya akan diberikan kebaikan atau mencegah keburukan, kecuali dengan mentaati-Nya dan menjalankan perintah-Nya.

Sesungguhnya, tak ada kebaikan dalam kebaikan yang mendatangkan kepada Api, ataupun keburukan dalam keburukan yang mendatangkan ke dalam Taman.

Saya telah mengatakan perkataan saya ini dan saya memohon ampunan Allah, bagi kami dan bagimu. Ucapkan shalawat kepada Rasul-mu, salallahu alayhi wassalam, dan semoga baginya keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan-Nya.’

Sa’id ibn Mansur mengabarkan dalam kitab Sunan bahwa  Mu’awiyah ibn Qurrah mengabarkan bahwa Abu Bakr as-Siddiq, semoga Allah ridha padanya,  biasa berkata demikian dalam doanya ‘Ya Allah, jadikan yang terbaik dari hidupku di akhirnya, dan jadikan amal terbaikku penutupnya, dan hari terbaikku hari aku berjumpa dengan-Mu.’

  • Dari, kitab Tarikh Al Khulafa karya Imam Jalal Ad-Din as Suyuti rahimallah, bab Al Khulafa Ar Rashidun, bab Abu Bakr As Shiddiq, halaman 95-98, dari terjemah bahasa Inggris oleh Imam Abdassamad Clarke diindonesiakan oleh Malik Abdalhaq Hermanadi.