Pasar Muamalah Akan Kembali digelar Ahad Ini

143

Syukur alhamdulillah pasar muamalah akan kembali digelar di penghujung November 2017 ini. Pasar merupakan elemen penting dalam keseharian kehidupan. Namun kini pasar menjadi salah satu komoditi yang diperdagangkan. Hal inilah yang merusak kehidupan perekonomian umat manusia. Karena pasar, yang sejatinya harus bebas dan tanpa sewa, berubah menjadi ajang monopoli, dipajakin dan dikuasai sekelompok tertentu saja. Hal inilah yang menjadi gambaran umum pasar di jaman kini.

Pasar (dalam bahasa Medan disebut ‘pajak’) merupakan jantung kehidupan umat manusia. Di sanalah transaksi dilakukan atas segala barang dagangan. kebutuhan sandang, pangan, papan menjadi terwadah dalam pasar. Medium inilah yang semestinya tidak boleh dikuasai sekelompok tertentu demi kepentingannya saja. Bahkan di era modern ini pasar diubah menjadi mall, yang merupakan bentuk modern dari pasar. Alhasil yang terjadi adalah praktek kanibalisme atau kapitalisme yang membabi buta. Dalam pasar berbentuk mall itulah praktek kecurangan dan ribawi berlangsung sangat tinggi.

Dalam Islam, pasar merupakan Sunnah Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam. Terbentuknya Deen Islam, selain dimulai dari Masjid, juga dimulai dari pasar. Inilah sejoli yang dibangun Rasulullah dalam meletakkan Deen Islam, Masjid dan pasar. Namun kini kaum muslimin seolah melupakan elemen penting kehadiran pasar.

Selain merupakan sebuah Sunnah, pasar juga merupakan wadah untuk menentukan keadilan. Di sanalah takaran dan timbangan terjaga demi keadilan dalam kehidupan. Rasulullah bersabda: “Sunnahku di pasar sama dengan Sunnahku di masjid”. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pasar dihadirkan, yang derajatnya sama dengan membangun masjid dan memakmurkan masjid. Elemen membangun, mendirikan pasar dan menjaganya inilah yang kini dilupakan umat muslimin. Alhasil sektor pasar dikuasai kapitalisme yang bernafas pada kekufuran.

Dengan dasar Sunnah Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam itulah didirkan pasar muamalah di Depok, Jawa Barat. Pasar ini berlangsung di halaman Kafe Muamalah, yang beralamat di Jalan Tanah Baru No. 7b, Tanah Baru, Depok. Pasar ini diadakan saban bulanan. Jamak para pedagang memadati pasar ini, dan menjajakan aneka barang dagangan.Mulai dari aneka tas wanita, kebutuhan harian obat-obatan, telur, sembako, jajanan ringan, sampai penganan ringan banyak dijajakan di pasar ini. Yang menarik, alat tukar yaang digunakan menggunakan Dinar emas dan Dirham perak. Ini merupakan alat tukar yang merujuk Sunnah.

Di pasar itu, siapa saja bisa berdagang apa saja. Yang terpenting mengikuti rukun halal. Sehari sebelum pasar, biasanya Amir Amirat Indonesia, Zaim Saidi, membagikan zakat berupa Dirham perak kepada para mustahiq yang berdomisili di sekitar lokasi pasar. Zakat yang dibagikan kisaran 130 Dirham, dimana setiap mustahiq mendapatkan 1 Dirham perak. Setelah mendapatkan Dirham itu maka para mustahiq bisa membelanjakan Dirhamnya di pasar tersebut. Dari situlah rukun Zakat kembali ditunaikan dengan benar, sesuai dengan rukunnya.

Inilah pasar yang kembali menghadirkan muamalah di dalamnya. Sejatinya kehadiran pasar ini penting bagi kaum muslimin kini. Karena kejayaan Deen Islam tak hanya terbangun dari masjid, tapi juga dari pasarnya. Seperti sabda Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam.