Peci Fez Khas Ketapang

247

Daulah Utsmaniyah memang pusat kesultanan Islam semenjak abad 15 ke atas. Peradaban Islam tumbuh berkembang di sana. Sebelemnya Andalusia sempat menjelma menjadi pusat peradaban Islam sebelum kemudian runtuh tahun 1490 kala diserbu Katolik. Tapi Andalusia pernah mrmperkenalkan tingginya arsitektur dan kemajuan teknologi yang dimiliki Islam. Salah satu bukti yang hingga kini menjejak adalah Istana Al Hambra, yang ada di Granada, Spanyol.

Pun demikian dengan Kesultanan Andalusia. Istana Topkapi di Istanbul menjadi ciri khas Utsmani hingga kini. Tapi ada satu lagi karakteristik Utsmani yang terus terjaga. Yakni topi Fez. Ini peci khas yang jamak dikenakan di era Utsmaniyah. Selain menggunakan turban, para Sultan Utsmani juga kerap mengenakan topi Fez berwarna merah.

Peci Fez ini sebutan akrab untuk topi merah itu. Sultan Abdul Hami II, Sultan Utsmani yang terakhir melawan riba, tampak kerap berpose dengan peci Fez merah. Itu menunjukkan ke khasan Utsmani. Fez sendiri nama sebuah kota di Magribi, kini Maroko. Asal mula peci itu mrmang dikenal juga di Maroko. Tapi kaum Utsmani kemudian yang jamak mengenakannya.

Kini peci Fez menjadi salah satu suvenir kala berkunjung ke Istanbul dan Maroko. Karena dalam peci Fez itu tersimpan rahasia kemenangan. Shaykh Abdalqadir as sufi, mursyid tariqah Qadiriyah Shadziliyah Dharqawiyah sangat sering mengenakan topi Fez dalam acara tariqah. Ini yang kemudian banyak diikuti murid-muridnya. Karena dalam topi Fez itu tersimpan kebanggaan sebagai muslimin.

Syukur alhamdulillah kini peci Fez juga hadir di nusantara. Para fuqara Mangku Negeri Tanjung Pura Darussalam menghadirkan peci Fez merah khas ala Ketapang. Peci Fez itu dijual dengan cara Sunnah, seharga 1,5 Dirham untuk dua buah. Maka peci Fez merah pun kerap menghiasi muslimin Ketapang. Karena kejayaan Utsmani Insha Allah akan menjejak kembali dari sana. Kualitas topi fez de Ketapang tak kalah dengan yang dijual di Istabul maupun di Maroko.