Perdagangan di PERDANA Grup Ramai Lancar

205

Syukur Alhamdulillah semenjak di deklarasikan, Persyarikatan Dagang Nusantara (PERDANA) disambut antusias oleh para muslimin. Awal di deklarasikan di Kemangkunegerian Tanjung Pura Darrusalam, Ketapang, Kalimantan Barat, PERDANA menjadi wadah berkumpulnya para pedagang. Ciri khas yang masuk dalam komunitas PERDANA adalah yang menggunakan Dinar emas dan Dirham perak sebagai alat tukar barang yang di dagangkan. Karena alat tukar itu merujuk pada Sunnah Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam.

Kemudian pada pekan lalu, Ahad 2 Oktober 2017, PERDANA Jakarta dan sekitarnya juga telah didirikan. Para pedagang yang pun antusias menyambut adanya paguyuban baru ini. Didirikan pula grup di Facebook dengan akun “PERDANA (Persyarikatan Dagang Nusantara)”. Komunikasi di grup ini disambut antusiasme yang tinggi. Beragam barang dijajakan dan bersedia menerima dengan Diram perak sebagai pembayaran. Ada bubur pedas, kopi, kopiah, baju, dan lain-lainnya. Bukan itu saja, grup ini juga menjadi ajang meluapkan kebahagiaan tatkala telah melakukan transaksi dengan menggunakan emas dan perak. “4 keping dirham yg kudapat dari perniagaan bubur pedas dalam bbrp hari ini…” tulis akun Bubur Pedas Mentari, yang mennerima pembayaran dengan Dirham perak. Ini kebahagiaan sebagai Hamba Allah tentunya.

Ekspres beragam lainnya juga dituangkan. Rasa senang dan gembira saling menyambut para pedagang yang menerima perak sebagai alat tukarnya. Antusiasme para pedagang di Ketapang, Kalimantan Barat juga sangat tinggi. Inilah pertanda kembalinya Deen Islam di bumi nusantara. Karena memang di jaman ini khalayak tak lagi mengenali Dinar Dirham sebagai alat tukar. Kehadirannya sangat asing. Karena Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam telah bersabda, “Islam berawal dari asing dan kembali menjadi asing. Tapi berbahagialah mereka yang terasing.”