Shaykh Umar Vadillo Akan Adakan Kajian Muamalah di Ketapang

316

Kamis, 26 Oktober 2017, kota Ketapang, Kalimantan Barat bakal tampak berbeda. Pasalnya direncanakan kota itu akan dihinggapi selama sebulan oleh ulama kesohor dari Spanyol. Dialah Shaykh Umar Ibrahim Vadillo. Ulama yang merupakan faqih muamalah itu bakal berada di Ketapang selama 3 pekan ke depan.

Agenda utama Shaykh Umar berada di sana adalah mentransmisikan ilmu tentang muamalah. Hal ini merupakan pengetahuan yang telah “hilang” di tengah-tengah umat Islam. Muamalah adalah sektor penting yang merupakan jantung kehidupan umat Islam. Sementara kini sektor tersebut dikuasai oleh perekonomian yang dikendalikan oleh bankir sistem. Shaykh Umar Vadillo merupakan faqih di bidang tersebut. Ilmunya sangat mumpuni perihal muamalah dan pembahasan soal riba.

Beberapa bulan sebelumnya, Shaykh Umar telah menjejakkan kaki di bumi Ketapang. Hal itu dalam rangka peluncuran koin Dirham Mangku Negeri Tanjung Pura Darrusalam. Dirham itu adalah perak, yang merupakan Sunnah Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam. Shaykh Umar merupakan sosok yang kali pertama mempelopori pencetakan kembali Dinar dan Dirham di tengah umat Islam, tahun 1992 lalu. Dirham yang dicetaknya di Granada, Spanyol. Dinar Dirham merupakan jawaban atas dominasi uang kertas produksi bankir, yang merupakan riba. Dan riba adalah hal yang haram dalam Al Quran. Sebelum mencetak Dinar Dirham, Shaykh Umar lebih dulu mengeluarkan fatwa soal haramnya uang kertas. Beliau menjelaskan tentang seluk beluk sejarah uang kertas yang terdapat riba an nasiah dan riba al fadl di dalamnya. Ilmu ini jamak masih banyak belum dipahami oleh kaum muslimin.

Dalam tataran percaturan ekonomi dan politik dunia, uang kertas inilah yang mengatur kehidupan masyarakat dunia kini. Termasuk mengatur kehidupan kenegaraan. Dalam bukunya, “Membongkar Sihir Negara”, Shaykh Umar menjabarkan tentang bagaimana konspirasi para bankir, pencipta uang kertas, dalam mengatur kerajaan Inggris, yang kemudian melahirkan institusi bernama “negara”. Kini sistem itulah yang berlaku seantero dunia. Di mata umat Islam, hal itu merupakan bentuk ketidakadilan. Bagi umat manusia, hal itu merupakan musuh yang nyata.

Seabrek pengetahuan yang dimiliki Shaykh Umar Vadillo berkat dirinya berguru pada Mursyid besar asal Skotlandia, Shaykh Abdalqadir as sufi. Kini Shaykh Umar bersiap untuk mentransmisikan ilmu muamalah di Ketapang, Kalimantan Barat. Para muslimin Ketapang pun tengah mempersiapkan kedatangan ulama besar asal Spanyol itu. Pusat pengajaran dan aktivitas selama Shaykh Umar di Ketapang, berada di Rumah Melayu, yang merupakan kediaman Kiay Haji Morkes Effendy, politisi Partai Golkar yang juga bertindak selaku Mangku Negeri Tanjung Pura Darrusalam. Beliaulah Amar muslimin Ketapang dan sekitarnya kini. Karena sosoknya teguh dalam upaya mengembalikan syariat Islam di tengah-tengah muslimin sana.