Telor Asin Ilmi, Masir dan Lezat

174

Mas Ulul Ilmi memutuskan pindah dari Kota Malang ke Tanjungpinang dengan niyat agar bisa turut menegakkan muamalah. Profesi mas Ulul adalah pengajar, untuk mata pelajaran matematika dan komputasi.

Maka, setiba di Tanjungpinangas Ulul menjadi guru di salah satu sekolah di sana. Namun, jiwa mandirinya mendoromgnya untuk mengelola bimbingan belajar, ketimbang bekerja pada orang lain.

Di sela waktunya, mas Ulul membantu Sultan Huzrin Hood mengelola Pasar Sultan. Di sini sunnah Nabi SAW dijalankan: pasar terbuka tak disekat, tidak ditarik sewa, dan berlaku uang emas dan perak.

Dari situ mas Ulul melihat peluang lain: memproduksi telor asin dan dijual di Pasar Sultan. Produknya dinamainya ‘Telor Asin Ilmi”. Telornya masir dan lezat. Pelanggannya pun makin banyak.

Lewat jual beli Telor Asin Ilmi perputaran uang perak makin luas di Kesultanan Bintan.