Tradisi Makan Siang Bersama Ba’da Sholat Jumat di Mangku Negeri Tanjung Pura

456

Jumat merupakan hari yang istimewa bagi kaum muslimin. Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam menyebutkan banyak sekali fadhillah istimewa yang dimiliki hari Jumat. Salah satunya muslimin wajib melaksanakan sholat Jumat secara berjamaah pada waktu dzuhur tiba. Sholat Jumat merupakan simbol kebersamaan kaum muslimin di bawah Ulil Amri Minkum (pemimpin muslimin).

Tradisi ini sudah berlangsung sejak Islam menjejak di muka bumi ini. Pun demikian dilangsungkan di Mangku Negeri Tanjung Pura Darusalam, Ketapang, Kalimantan Barat. Sholat Jumat di bawah Amir Kiay Mangku Negeri Tanjung Pura, Morkes Effendy, dilakukan di Masjid Darusalam. Lokasi masjid ini hanya berjarak sepelemparan batu dari kediaman Amir Mangku Negeri Tanjung Pura itu. Di masjid itu, Khutbah dilakukan di atas mimbar, bukan podium. Karena kini jamak masjid-masjid di nusantara mengenakan podium dalam berkhutbah. Sementara melupakan mimbar, yang bersusun dari anak tangga, seperti Sunnah Rasulullah Shallahuallaihi Wassalam. Karena dalam setiap anak tangga Mimbar itu terdapat doa yang dipanjatkan. Inilah menunjukkan betapa pentingnya mengembalikan mimbar dalam masjid.

Selain itu, Imam masjid dan Khatib sholat Jumat sepenuhnya atas rekomendasi dari AmR muslimin. Karena hal itu merupakan simbol ketaatan dan berpadunya kaum muslimin pada AMR Islam. Selain itu, tradisi makan siang bersama ba’da sholat Jumat kembali diamalkan di Mangku Negeri. Selepas jumatan, jamaah sholat berkumpul bersama di Balai Perangingan untuk menikmati makan siang bersama. Duduk bersila sembari menyantap pengananan yang disediakan Kiay Mangku Negeri Tanjung Pura Darusalam, ini yang telah menjadi tradisi saban Jumat. Tradisi ini merupakan pengembalian amal Sunnah yang telah lama menghilang. Dari sinilah jamaah Islam akan kembali tersusun rapi di bawah Ulil Amri Minkum. Mangku Negeri Tanjung Pura telah memberikan teladan terkait hal itu. Barrakallah.